Rumah Coklat (House Of Chocolate)

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten penghasil kakao di Jawa Timur dengan luas 3.914,52 ha dan produksi per tahun ratarata mencapai 1.171,90 ton. Namun demikian produktivitas kakao di Kabupaten Trenggaalek masih cukup rendah. Hal ini dikarenakan pengembangan budidaya kakao masih mengalami beberapa hambatan. Hambatan yang paling terasa adalah serangan hama dan penyakit serta sumber daya manusia yang kurang/rendah. Sebagian besar petani kakao hanya mendapatkan keahlian bercocok tanam kakao yang diwariskan dari pendahulu mereka dan masih bersifat tradisional.

 

Perkebunan kakao di Kabupaten Trenggalek didominasi oleh perkebunan rakyat. Hal ini menjadi suatu tantangan sekaligus peluang bagi para investor maupun petani untuk mengembangkan usaha dan meraih nilai tambah yang lebih besar dari agribisnis kakao. Di Kabupaten Trenggalek dengan lingkup masyarakat desa yang sebagian besar mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Tenaga kerja yang bekerja di bidang pertanian memperoleh penghasilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.

Sebagian besar petani di Kabupaten Trenggalek menanam kakao hanya di pekarangan rumahnya saja. Aktivitas bertani kakao bagi sebagian besar petani merupakan usahatani sampingan setelah bertani padi. Para petani juga berusaha untuk mempunyai pekerjaan lain guna mencukupi kebutuhan rumah tangga. Selain sebagai petani kakao juga mempunyai pekerjaan lain, usaha tersebut dapat berupa sebagai pedagang, pegawai, dan lain-lain. Hal ini menyebabkan produksi pertanian kakao belum maksimal, padahal harga kakao kering di pasar stabil. Selain itu pengolahan biji kakao juga tidak dilakukan dengan baik oleh petani Trenggalek sehingga harga dan mutu biji kakao masih cukup rendah.

 

Salah satu kendala dalam pengembangan industri kakao olahan di Kabupaten Trenggalek adalah kemampuan mengolah produk yang masih sangat rendah. Hal ini ditunjukkan dengan sebagian besar kakao yang ada belum melalui tahap pengolahan lebih lanjut dengan indeks tingkat pengolahan sebesar 71-75%. Angka tersebut menunjukkan bahwa hanya 25-29% kakao yang dijual dalam bentuk olahan.

Oleh karena itu Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek berusaha untuk memberikan nilai tambah produk hasil kakao ini dengan mendirikan Rumah Coklat di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Rumah coklat yang dibuka sejak bulan Februari 2017 ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap produksi kakao olahan di Kabupaten Trenggalek karena Rumah Coklat ini berusaha menampung hasil kakao olahan masyarakat untuk diolah menjadi produk jadi dan dipasarkan langsung kepada masyarakat.

Selain itu keberadaan Rumah Coklat di Kecamatan Karangan ini menjadi destinasi wisata terbaru, yaitu wisata edukasi sekaligus menjadi wisata kuliner di Kabupaten Trenggalek. Wisata edukasi Rumah Coklat Trenggalek mengusung tema dengan keunggulan coklat yang dihasilkan dari wilayah kecamatan di Trenggalek dan di branding dengan nama TIGGCO (Trenggalek Iso Gawe Coklat).
Wisata edukasi yang disediakan di Rumah Coklat berupa pembelajaran pembibitan, budidaya kakao, pemanenan, teknik fermentasi, cooking class dan pengolahan coklat. Jumlah kunjungan ke rumah coklat juga cukup banyak setiap bulannya baik dari kalangan masyarakat maupun dari kalangan pelajar. Namun demikian kunjungan dari pelajar meduduki peringkat utama yang mengunjungi rumah coklat.

Oleh karena itu diperlukan pengembangan rumah coklat untuk benar-benar menjadi destinasi wisata yang menjadi icon di Kabupaten Trenggalek. Di sisi sebelah utara rumah coklat masih tersedia lahan kurang lebih seluas 7823,32 m┬▓ untuk dapat dibuat lanskap rumah coklat menjadi destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek.